Total Tayangan Halaman

Sabtu, 10 Desember 2011

REFLEKSI JURNAL BELAJAR KELOMPOK 3 & 4


PEGARUH CAHAYA DAN SUHU TERHADAP PROSES PERTUMBUHAN TANAMAN(LINGKUNGAN (ABIOTIK)
Yang dapat saya peroleh dari diskusi ini adalah cahaya sebagi komponen abiotik memegang peran penting terhadap makhluk hidup karena cahaya merupakan sumber energi. Bagi tumbuhan cahaya memiliki peran yang amat penting sebab cahaya merupakan komponen fotosintesis untuk menghasilkan energi agar tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang. Tumbuhan dapat merespon adanya cahaya dan lamanya penyinaran yang disebut sebagai fotoperiodisme. Dengan adanya cahaya tumbuhan dapat melakukan fotoenergetik yang tidak lain disebut juga fotosintesis. Cahaya juga dapat mempengaruhi struktur dan bentuk tubuh tumbuhan (morfologi) sehingga sering disebut juga fotomorfogenetis. Empat penerima cahaya dalam tumbuhan : Fitokrom, Penerima cahaya UV-B, Protoklorofilida a, kriptokrom. Saat sinar matahari dating tumbuhan dapat melakukan gerakan yang disebut juga sebagai fototropisme, fototropisme dibagi menjadi 2 yaitu :
a.       Fototropisme positif
            Contoh : Ujung batang bunga matahari yang membelok menuju
ke arah datangnya cahaya.
  1. Fototropisme negatif
            Contoh : Gerak ujung akar yang menjauhi arah datangnya cahaya.
Cahaya erat hubungannya dengan suhu, keduanya berbanding lurus, setiap jenis tumbuhan memiliki tingkat suhu optimal, maximal dan minimal yang berbeda beda. Pertumbuhan tumbuhan akan maximal jika tumbuhan tersebut berapa pada rentang suhu optimal.
Pohon jati yang menggugurkan daunnya juga merupakan fotoperiodisme. Yang kurang dari kelompok ini adalah ada beberapa sub bab yang belum ada yang seaharusnya disampaikan didalam presentasi yakni tentang tumubuhan yang bersifat poikiloterm han homoiterm yang masih belum dapat dijelaskan dan diberikan contoh. Presenter umumnya komunikatif dengan audience, tidak hanya sekedar membaca slide power point.



ATMOSFER DAN AIR SEBAGAI LINGKUNGAN ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI EKOLOGI TUMBUHAN





Dari hasil diskusi kelompok 4 saya dapat menyimpulkan sebagai komponen abiotik, air dan atmosfer memiliki peranan pokok untuk kehidupan. Seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup, demikian pula dengan atmosfer yang memiliki peranan penting bagi kehidupan yaitu sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada saat siang hari dan mencegah hilangnya panas keruang angkasa pada saat malam hari .
         Atmosfer terdiri atas : oksigen, nitrogen, argon dan karbon dioksida meliputi hampir 100% dari volume udara kering. Gas lain seperti neon, helium, methane, Krypton, Hydrogen, Xenon dan kurang stabil termasuk Ozone dan Radon juga terdapat didalam atmosfer dalam jumlah yang sangat kecil. Lapisan atmosfer meliputi :  troposfer, stratosfe, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Pada stratosfer ini terdapat  lapisan ozon .
Jalannya diskusi yang saya tangkap kurang menarik karena ada beberapa pemateri yang menyampaikan presentasi hanya dengan membaca tanpa ekspresi. Sebuah pertanyaan audience yang dapat saya tangkap adalah jika laipsan ozon bocor lalu bagaimana dengan  tumbuhan, seperti yang kita tau tumbuhan hanya dapat menima rangkaian cahaya atau foton dengan panjang gelombang terbatas sedang bocornya lapisan ozon dapat menyebabkan berbagai jenis sinar matahari masuk  kebumi tanpa filter nah ini yang menyebabkan tumbuhan mati karena tidak dapat beradaptasi dengan radisai sinar berlebih.
Siklus air  atau siklus hidrologi terus bergerak secara kontinue dalam tiga cara yang berbeda:
  • Evaporasi / transpirasi
  • Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah
  • Air Permukaan
Untuk pembahasa siklus ini akan lebih baik jika pemateri tidak hanya bercerita tetapi penjelasan yang lebih rinci dengan skema agar audience mengerti
Presentasi minggu depan adalah kelompok 5 dan 6 semoga kekurangan dari kelompok sebelumnya dapat menjadi pelajaran bagi kelompok kelompok yang akan presentasi.


Minggu, 04 Desember 2011

PENGERTIAN DASAR DALAM EKOLOGI TUMBUHAN "JURNAL BELAJAR"

Ernst Haeckel


a.      Konsep Ekologi Tumbuhan
Secara harfiah, ekologi berasal dari kata oikos (rumah) dan logos (ilmu/telaah) Ilmu tentang rumah (tempat tinggal) makhluk hidup.  Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk    hidup dengan lingkungannya. Suatu studi yang mempelajari struktur dan fungsi ekosistem


a.      Sejarah dan perkembangan dalam Ekologi Tumbuahan

·         Perkembangan berangsur-angsur sepanjang sejarah
·          Catatan Hipocratus, Theophrastus & Aristoteles: masalah ekologi  tetapi belum diberi nama ekologi (300 SM/BC)
·           Abad ke-16 dan ke-17 menjadi ilmu sistematik, analitik dan obyektif mengenai hubungan organisme dan lingkungan
·          Ahli Biologi Jerman: Ernst Haeckel (1834-1919) pada tahun 1860 memperkenalkan OEKOLOGIE
·          Tahun 1900, ekologi diakui sebagai ilmu dan berkembang terus dengan cepat
·         Tujuan Ekologi
Mengetahui teknik dan cara wujud rasa syukur terhadap pencipt aan Allah Qs. Al-kahfi ayat : 45
Ilmu ekologi :
-          Ekologi Evolusi
-          Ekologi Manusia
-          Ekologi Komunitas
b.      Pendekatan dalam Ekologi Tumbuhan
Autekologi           
Merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik suatu jenis organisme dengan lingkungannya yang pada umumnya bersifat   eksperimental dan induktif.    
 Contoh studi autekologi : Mempelajari pengaruh mikoriza terhadap pertumbuhan pohon jenis pinus merkusi
      Sinekologi           
 Sinekologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari  kelompok-kelompok organisme sebagai suatu kesatuan yang lebih bersifat deskriptif, deduktif dan filosofis.
Contoh sinekologi adalah telaah ekologi hutan tropika humida
c.       Manfaat dan Aspek Terapan
1.      Aspek Terapan bidang Pertanian

-          Produksi makanan bergizi tinggi
-          Mengedepankan siklus biologis
-          Memelihara kesuburan tanah
-          Menggunakan sumberdaya lokal
-          Membantu konservasi tanah

2.      Aspek terapan Bidang Kehutanann

-          Memperbaiki klasifikasi lahan hutan
-          Melakukan pengolahan hutan secara berkelanjutan
-          Mengadakna reboisasi
-          Rehabilitasi lahan kritis
-          Agroferesity:
Agrisilvikultur : Kehutanan dan pertanian
Farm foresity : Pertanian campuran penambahan pohon
Silvopastur : Kehutanan dan peternakan
Hutan serba guna : kehutanan, tanaman pangan,, obat, peternakan
d.      Aspek Terapan di Perkotaan
-          Hutan kota permukiman
-          Hutan kota industry
-          Hutan kota wisata
-          Hutan kota konservasi
-          Hutan kota pusat kegiatan
-          Bentuk hutan kota: Jalur hijau, taman kota, kebun raya, dll
Fungsi Hutan Kota :
-          Nilai estetika
-          Penahan anginian air tanah
-          Penyerapan CO2
-          pelestarian air tanah







TUMBUHAN DALAM LINGKUNGAN "JURNAL BELAJAR"

Tumbuhan dan lingkungan mempunyai hubungan yang sinergis, keduanya terjadi hubungan timbal balik. Lingkungan tersebut meliputi faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik merupakan faktor yang berupa benda hidup seperti halnya manusia, flora, dan fauna. Sedang faktor abiotik meliputi komponen tak hidup seperti udara, tanah, air, kelembapan, iklim, suhu, sanilitas dan sebagainya. aktor yang dapat mempengaruhi kehidupan atau pertubuhan  Lingkungan sendiri dapat dibedakan menjadi dua macam yakni: lingkungan makro dan lingkungan mikro.
Lingkungan makro merupakan lingkungan yang mempengaruhi hidup tanaman secara keseluruhan atau global.
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang berada di dekat tanaman tempat dia tumbuh yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan nya atau dapat disebut juga sebagai habitat.
a.      Faktor pembatas
Faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan atau pertumbuhan tanaman , diman setiap tanaman mempunyai batas-batas toleransi tertentu untuk suatu faktor pembatas yang beragam :
·      Cahaya (intensitas/fotoperiodisme)
·      Suhu
·      Tanah
·      Air dan api
·      Bahan organik & anorganik
·      Faktor biotik
b.      Hukum Minimum Leipig :
·   Organisme akan  terhambat pertumbuhannya bila salah satu faktor keperluan  hidupnya tersedia dalam keadaan minimum.
·    Bila faktor ini ditambah maka pertumbuhan akan dipacu.
·   Selain batas minimum, ternyata juga ada batas maksimum dan ada pula optimumnya.
c.       Hukum toleransi VE Shelrord (1913)”:
·         Organisme dengan kisaran toleransi luas untuk semua faktor cenderung mempunyai sebaran yang luas.
·         Bila keadaan optimum untuk suatu jenis faktor tak tercapai, maka batas toleransi faktor yang lain dapat menyempit.
·         Keadaan komplek faktor-faktor dapat lebih penting daripada faktor fisik tertentu yang optimum.
·         Periode reproduksi merupakan periode kritis dan mempunyai toleransi yang sempit untuk semua faktor.
·         Organisme dapat mempunyai kisaran toleransi yang luas untuk satu faktor dan sempit untuk faktor yang lain.

d.      Hukum Odum  (1971)
Kehadiran dan keberhasilan suatu organisme dibatasi oleh jumlah dan variabilitas zat tertentu yang ada, kebutuhan minimum dan faktor fisik yang kritis serta batas toleransi masing-masing organisme terhadap faktor-faktor itu atau yang lain.

e.       Nisia / Nische
Respon terhadap bagaimana cara tumbuhan dapat hidup dan mengenai peran ekologisnya terhadap lingkungan atau habitatnya. Contoh :
Tanaman enceng gondok yang sengaja ditananam di sungai sungai kota Surabaya memiliki peran sebagai perlindungan terhadap pencemaran air oleh masyarakat sekitar juga berperan sebagai faktor estetika lingkungan jika dikelola dengan baik.
f.       Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan atau kecenderungan makhluk hidup dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru untuk dapat tetap hidup dengan baik.
Jenis-Jenis Adaptasi
1.                  Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan organisme hidup.
2.                  Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang menyebabkan adanya penyesuaian pada alat-alat tubuh untuk mempertahankan hidup dengan baik.
3.                  Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian mahkluk hidup pada tingkah laku / perilaku terhadap lingkungannya.
g.      Stress
Suatu kondisi dimana tanaman tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sehingga lingkungan bersifat memberikan pengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Description: http://static.kaskus.us/images/smilies/iloveindonesias.gifGood Luck Description: http://static.kaskus.us/images/smilies/iloveindonesias.gif